Strategi Artotel dan Pengelola Hotel Mengerek Okupansi saat Pandemi
Berkurangnya lawatan tamu semasa epidemi Covid-19 membuat perusahaan perhotelan berlomba tingkatkan service sesuai dengan standard prosedur kesehatan. Ini mempunyai tujuan supaya tamu berasa nyaman serta tidak sangsi bermalam di hotel waktu epidemi corona.
Berbagai Kemudahan Dalam Slot Daring
Artotel Group kerja sama juga dengan startup telemedicine Halodoc, akan mempererat implikasi prosedur kesehatan buat tingkatkan kenyamanan tamu.
Chief Operational Officer Artotel Grup, Eduard Rudolf Pangkerego akui optimis bisnisnya masih berjalan di waktu penyesuaian rutinitas baru dengan implikasi mekanisme kesehatan. Kesehatan diakui jadi barang eksklusif baru buat warga sekarang ini.
Lewat kerja sama juga dengan Halodoc, staf Artotel akan memperoleh training dalam tingkatkan standard kebersihan serta akan diterapkan di semua jaringan hotel.
Seperti penyemprotan desinfektan sesudah tamu checkout, mekanisme laundry ketat contohnya dengan air panas atau alat steamer yang dapat mengusung bakteri yang menempel.
Pembersihan desinfektektan akan dinaikkan serta dilaksanakan teratur, terutamanya semua tempat yang banyak disentuh.
"Karyawan diinginkan bertambah well educated meningkatkan standard hygiene, sanitation, membantu sama orang yang capable ," katanya dalam dialog virtual di Jakarta, Rabu (16/9).
Disamping itu, General Manajer Artotel Hotel Thamrin Jakarta, Dicky Panjaitan menjelaskan, manajemen hotel akan makin tingkatkan standard kebersihan kamar semasa epidemi.
"Dari tamu masuk siapkan hand washer, gunakan aplikasi tracing, cek temperatur. Kecuali training, beberapa karyawan akan teratur jalankan rapid tes tiap bulan," tuturnya.
Kecuali memberi penyuluhan prosedur Covid-19, booth Halodoc akan ada di hotel Artotel. Selanjutnya, buat tamu yang ingin konsultasi akan diberi voucer aplikasi sejumlah Rp 25 ribu.
Beberapa tamu akan diberi edukasi kesehatan dalam design kreatif lewat media stiker di lift atau beberapa tempat, seperti keharusan menggunakan masker.
"Hal kecil tetapi efeknya akan menolong untuk memperingatkan. Jika diperlukan tenaga medis online dapat dichat. Kampanye penting, semangat bukan semata-mata usaha tetapi edukasi dengan rutinitas baru," kata Dicky.
Chief Pemasaran Officer (CMO) Halodoc, Dionisius Nathaniel, menjelaskan perlu semua stakeholder dalam mendisiplinkan prosedur kesehatan.
"Kerja sama ini kecuali supaya hotel nyaman, aman serta sehat. Staf harus dinyatakan jalankan prosedur kesehatan ketat serta mendidik konsumen dengan beberapa materi yang sudah disediakan," tuturnya.
Ia mengharap, usaha ini dapat berefek besar pada pengaturan pergerakan penyakit. Ia juga memperingatkan warga tidak lengkah pada penebaran virus yang bisa mengakibatkan epidemi berjalan semakin lama.
Tubuh Pusat Statistik (BPS) awalnya menulis, tingkat tempat tinggal kamar hotel kategorisasi bintang di Indonesia naik 8,37 point jadi 28,07% pada Juli 2020.
Situasi ini membuat startup jaringan hotel seperti OYO serta RedDoorz mempersiapkan feature spesial untuk pastikan prosedur kesehatan diaplikasikan waktu epidemi corona.
OYO mengeluarkan feature check-in tanpa ada sentuhan. Pemakai atau tamu bisa lakukan check-in tak perlu berhubungan langsung dengan staf hotel. Country Head OYO Hotels & Homes Indonesia Eko Bramantyo menjelaskan, feature itu mempunyai tujuan memberikan perasaan aman ke beberapa tamu yang bermalam ditengah-tengah epidemi Covid-19.
Keinginannya, keinginan pemesanan serta okupansi hotel OYO juga terus bertambah. "Dalam proses pemulihan di industri ini, jaga keyakinan serta keamanan beberapa tamu jadi kunci," kata Eko diambil dari tayangan wartawan, Senin (7/9).
Tamu akan terima link lewat SMS, WhatsApp, atau spanduk kontakless check-in di aplikasi OYO waktu pesan kamar hotel. Untuk proses pengecekan, tamu cukup isi ID pemesanan, tanggal check-in, data diri tiap tamu yang tiba, dan photo KTP.
Kemudian, tamu bisa cari sinyal 'Online Check-in' pada pemesanan. Saat sampai di hotel, tamu bisa memperlihatkan ID fisik mereka untuk diverifikasi dengan cara digital lewat aplikasi oleh petugas resepsionis. Feature itu adalah tindak lanjut dari ide perusahaan yaitu Sanitized Stay.
"Bersamaan dengan bertambahnya keinginan, OYO terus berusaha pastikan jika kami bersama-sama partner hotel mengaplikasikan prosedur kesehatan serta keselamatan dengan cara ketat di tiap property," katanya.
Startup hotel yang lain, RedDoorz kerja sama juga dengan Ikatan Pakar Kesehatan Warga Indonesia (IAKMI) mengeluarkan program sertifikasi 'HygienePass' buat beberapa partner. Ini untuk memberi standarisasi higienis serta kebersihan hotel.
Pendiri sekaligus juga CEO RedDoorz Amit Saberwal menjelaskan, 1.400 partner di Indonesia jalani audit mendalam untuk memperoleh program sertifikasi itu.
"Sertifikasi akan terbuka untuk diadopsi oleh tiap usaha hotel yang ingin penuhi standard kebersihan serta sanitasi yang baru," tuturnya, diambil dari tayangan wartawan.
Kriteria untuk memperoleh sertifikat yaitu tiap hotel dengan cara teratur mengaplikasikan beberapa aksi kebersihan serta higienis tiap hari. Ini mencakup kontrol temperatur badan karyawan serta tamu, mengaplikasikan metodologi pembersihan spesial, serta sediakan produk anti-bakteri.
